Analisis24 | Jakarta — Harga Bitcoin mencoba bangkit pada perdagangan Senin setelah mengalami tekanan tajam akibat pencurian aset kripto dalam skala besar. Namun, pemulihan terbatas tersebut belum cukup menghapus kekhawatiran investor terhadap keamanan industri kripto dan ketidakpastian politik Amerika Serikat.
Bitcoin tercatat menguat 0,4% menjadi US$78.353,9 pada pukul 12.08 WIB. Kenaikan ini terjadi setelah aset kripto terbesar di dunia tersebut kehilangan sekitar 6% sepanjang bulan sebelumnya.
Pergerakan Bitcoin masih dibayangi tekanan jual setelah harganya menembus batas bawah rentang perdagangan yang terbentuk sejak pertengahan September. Kondisi tersebut membawa Bitcoin mendekati level terendah dalam satu bulan.
Di tengah upaya pemulihan, pelaku pasar juga mencermati pemilihan paruh waktu Amerika Serikat yang berlangsung pekan ini. Potensi perubahan komposisi Kongres apabila Partai Republik kehilangan mayoritas dipandang dapat memengaruhi arah kebijakan dan regulasi sektor kripto.
Situasi tersebut membuat investor cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko.
Binance Pulihkan Penarikan Dana Usai Pencurian US$6,3 Miliar
Sentimen negatif pasar kripto sebelumnya dipicu insiden pencurian aset senilai US$6,3 miliar yang mengguncang Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.
Binance mengumumkan telah kembali membuka sebagian layanan penarikan dana melalui sejumlah blockchain utama setelah sempat mengalami gangguan.
Perusahaan tersebut juga menyatakan telah menggunakan dana internal untuk membeli token pengganti dan menutup sekitar US$6 miliar dari total aset yang dicuri.
Dalam keterangannya, Binance menyebut telah membekukan sekitar US$3 miliar aset hasil pencurian serta menegaskan akan menanggung seluruh kerugian nasabah.
Insiden tersebut dikaitkan dengan kelompok TraderTraitor yang disponsori negara Korea Utara. Pencurian ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah industri kripto.
Besarnya nilai aset yang hilang memicu kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan jual baru. Pasar khawatir aset curian yang berhasil dipindahkan atau dicairkan dapat menambah volatilitas harga.
Serangan terhadap BTCPay Perkuat Kekhawatiran Keamanan
Ancaman terhadap keamanan ekosistem kripto kembali mencuat setelah BTCPay Server mengungkap adanya celah serangan yang menargetkan versi lama platform pembayaran Bitcoin tersebut.
BTCPay Server pada Senin mengidentifikasi vektor serangan yang menyasar perangkat lunak versi Juli 2026 atau sebelumnya.
Pengguna diminta segera memperbarui server ke versi terbaru untuk mengurangi risiko keamanan.
Peringatan tersebut muncul setelah sejumlah laporan menyebut adanya hot wallet yang dikosongkan oleh pihak tidak berwenang.
BTCPay Server menyatakan belum menemukan indikasi dompet yang telah menggunakan versi terbaru turut menjadi korban.
Insiden ini menambah daftar kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur kripto, terutama setelah pencurian besar yang menimpa Binance.
Ethereum Menguat, Altcoin Masih Tertekan
Di tengah pergerakan Bitcoin yang terbatas, pasar altcoin belum menunjukkan pemulihan yang merata.
Ethereum naik 0,7% ke US$2.285,44. Sementara itu, XRP terkoreksi 0,4%.
Tekanan lebih besar terlihat pada Solana dan Cardano yang masing-masing turun 1,4%.
BNB bergerak positif dengan kenaikan 0,35%. Di kelompok memecoin, Dogecoin melemah 0,6%, sedangkan token $TRUMP melonjak 4%.
Pergerakan tersebut menunjukkan pasar kripto masih berada dalam fase pemulihan yang rapuh setelah tekanan sepanjang Oktober.
Kombinasi ancaman keamanan, ketidakpastian regulasi, dan perkembangan politik Amerika Serikat menjadi faktor yang berpotensi menentukan arah perdagangan kripto dalam waktu dekat.
Investor kini menantikan apakah kenaikan Bitcoin mampu berlanjut atau justru kembali tertekan oleh sentimen negatif yang masih membayangi industri.

