Analisis24 | Jakarta – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memanfaatkan momentum Youth Olympic Games Dakar 2026 untuk memperkuat diplomasi olahraga internasional.
Tak hanya mendampingi perjuangan atlet muda, NOC Indonesia juga menjemput bola guna mengantarkan lebih banyak atlet lolos Olimpiade 2028 Los Angeles mendatang.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menjelaskan salah satu upaya memperbanyak partisipasi atlet di Olimpiade adalah dengan mengambil event saction Olimpiade, seperti Kejuaraan Dunia yang masuk dalam perhitungan poin Olimpiade hingga event kualifikasi penentuan.
Ia menjelaskan kehadiran Indonesia dalam pesta olahraga multicabang internasional harus dimanfaatkan untuk memperluas jejaring dan memperjuangkan kepentingan Merah Putih.
“Setiap multievent adalah kesempatan bagi kita untuk berdiplomasi. Pada kesempatan Youth Olympic Games Dakar 2026, kami bertemu langsung dengan para pimpinan federasi internasional, IOC, dan berbagai organisasi olahraga dunia. Kami memanfaatkan kesempatan ini untuk menjajaki peluang agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional, khususnya yang berkaitan dengan jalur kualifikasi Olimpiade,” ujar Okto.
Ia mengintensifkan diplomasi olahraga di sela penyelenggaraan Dakar 2026. Sejumlah pertemuan strategis dilakukan dengan para pimpinan federasi internasional, di antaranya Presiden World Skate Sabatino Aracu, Presiden International Table Tennis Federation (ITTF) Petra Sörling, Presiden International Weightlifting Federation (IWF) Mohammed Jalood, Presiden World Aquatics Husain Al-Musallam, serta Presiden World Climbing Marco Maria Scolaris.
Okto juga bertemu dengan Presiden World Gymnastics Morinari Watanabe, Presiden Union Cycliste Internationale (UCI) David Lappartient, Presiden World Triathlon Antonio Fernández Arimany, Presiden Badminton World Federation (BWF) Khunying Patama Leeswadtrakul, Presiden Kehormatan Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) Jean Todt, serta Presiden United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) Gene Sykes.
Menurutnya, sejumlah pertemuan tersebut menghasilkan respons awal yang positif. Beberapa federasi, termasuk dari cabang panjat tebing dan olahraga skating, membuka peluang bagi Indonesia untuk mengajukan diri sebagai penyelenggara kompetisi internasional, dengan tetap mempertimbangkan persyaratan dan kesiapan penyelenggaraan.
Selain itu, NOC Indonesia juga melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan penyelenggaraan kejuaraan tinju internasional di Indonesia, termasuk Bali, pada November atau Desember 2027. Rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan dan memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait.
Dari Diplomasi Menuju Peluang Olimpiade
Bagi NOC Indonesia, upaya menghadirkan lebih banyak kompetisi internasional ke Tanah Air memiliki nilai strategis, bukan hanya dalam meningkatkan kepercayaan federasi dunia terhadap kemampuan Indonesia sebagai penyelenggara, tetapi juga dalam membuka kesempatan lebih luas bagi atlet nasional untuk bersaing di level tertinggi.
“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga bisa menjadi tuan rumah yang baik dan sejajar dengan negara-negara lain. Ini bagian dari diplomasi olahraga yang terus kita bangun,” kata Okto.
“Harapannya, semakin banyak kompetisi internasional yang bisa diselenggarakan di Indonesia, sehingga atlet-atlet kita juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berproses dan bersaing dalam perjalanan menuju Olimpiade Los Angeles 2028,” tambahnya.
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari langkah NOC Indonesia untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem olahraga global, sekaligus mendorong kerja sama yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pembinaan dan peningkatan prestasi atlet nasional.
Melalui diplomasi olahraga yang berkelanjutan, Indonesia diharapkan tidak hanya semakin diperhitungkan sebagai negara peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan penyelenggara ajang olahraga internasional.
Youth Olympic Games Dakar 2026 berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November 2026 dan menjadi ajang Olimpiade pertama yang diselenggarakan di benua Afrika. Hingga pukul 22.00 waktu Dakar atau 05.00 WIB keesokan harinya, Indonesia menempati peringkat ke-34 klasemen sementara perolehan medali dengan koleksi satu perak dan satu perunggu.
Medali perak dipersembahkan atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu dari nomor Men’s Changquan Combined, sementara perunggu diraih pejudo Sashenka Cahaya Fatimah dari kelas -63 kg putri.

