Analisis24 | Jakarta – Kabar dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mendadak menjadi sorotan. Informasi yang beredar menyebutkan, seorang jenderal polisi aktif berpangkat bintang empat berinisial L turut diamankan dalam operasi yang dikabarkan melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri.
Dugaan penangkapan tersebut disebut berkaitan dengan penyelidikan aktivitas penyadapan terhadap sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Afu.id dari sumber internal, operasi pengamanan sejumlah personel kepolisian itu berlangsung pada Selasa (3/11/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.
Sumber tersebut mengungkapkan, penyelidikan internal Mabes Polri sebelumnya menemukan dugaan aktivitas penyadapan yang dilakukan secara terorganisasi terhadap sejumlah pejabat negara.
“Yang disadap salah satunya adalah Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” ungkap sumber tersebut.
Aktivitas penyadapan itu diduga dilakukan dari sebuah rumah di kawasan Kompleks Widya Chandra, Jakarta. Lokasi tersebut diketahui merupakan kawasan tempat tinggal sejumlah pejabat tinggi negara.
Dugaan Jaringan Penyadapan Libatkan Perwira Tinggi Polri
Lebih lanjut, sumber Afu.id menyebut dugaan aktivitas penyadapan tersebut dikoordinasikan oleh seorang perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) berinisial AS.
AS diduga mengoordinasikan sejumlah anggota kepolisian aktif, termasuk seorang perwira berpangkat Komisaris Besar (Kombes), beberapa personel berpangkat lebih rendah, serta sejumlah jenderal polisi yang disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.
“Dari hasil penyelidikan diketahui kelompok penyadap ini juga memiliki jaringan dengan beberapa petinggi Polri, baik yang masih aktif maupun tidak,” ujar sumber itu.
Dalam informasi yang disampaikan kepada Afu.id, sejumlah nama perwira tinggi disebut memiliki keterkaitan dengan dugaan jaringan tersebut.
Mereka antara lain seorang jenderal polisi aktif berinisial L, serta dua perwira tinggi berpangkat Irjen berinisial EH dan NS.
Sumber tersebut juga mengungkapkan, operasi penggerebekan di rumah kawasan Widya Chandra berujung pada pengamanan sejumlah orang.
Mereka yang disebut diamankan meliputi Irjen AS, Irjen EH, NS, seorang perwira berpangkat Kombes berinisial FR, empat anggota polisi berpangkat lebih rendah, serta seorang advokat berinisial MR.
Namun, informasi mengenai keterlibatan masing-masing pihak tersebut masih berdasarkan keterangan sumber dan belum disertai penjelasan resmi dari Mabes Polri.
Jenderal Polisi Bintang 4 Berinisial L Disebut Sempat Diamankan
Hal lain yang menjadi perhatian adalah kabar mengenai seorang jenderal polisi aktif berpangkat bintang empat berinisial L.
Menurut sumber Afu.id, sosok tersebut tidak diamankan bersamaan dengan operasi penggerebekan di kawasan Widya Chandra.
Jenderal L disebut ditangkap pada waktu berbeda, setelah sejumlah perwira yang sebelumnya diamankan dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua.
Namun, perkembangan berikutnya menyebutkan bahwa jenderal berpangkat bintang empat tersebut telah dilepaskan.
Identitas sosok berinisial L itu pun memunculkan berbagai spekulasi. Akan tetapi, hingga kini belum terdapat keterangan resmi dari Mabes Polri yang mengonfirmasi identitas maupun status hukum perwira tinggi tersebut.
Termasuk mengenai spekulasi yang mengaitkan inisial L dengan nama Listyo Sigit, belum ada dasar konfirmasi resmi yang dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Karena itu, identitas dan posisi hukum sosok yang dimaksud masih perlu menunggu penjelasan dari institusi kepolisian.
Kadiv Humas Polri Belum Berikan Konfirmasi Tegas
Di tengah berkembangnya kabar penangkapan sejumlah jenderal polisi tersebut, Mabes Polri belum memberikan penjelasan terperinci.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, memilih tidak memberikan jawaban tegas ketika dikonfirmasi awak media di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Isir tidak secara langsung membenarkan maupun membantah informasi mengenai dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut.
“Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu)… Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya,” ujar Isir sembari melempar senyum kepada wartawan.
Pernyataan tersebut justru semakin memunculkan tanda tanya mengenai informasi yang beredar di lingkungan kepolisian.
Meski demikian, pernyataan Kadiv Humas Polri tersebut belum dapat dimaknai sebagai konfirmasi atas adanya operasi penangkapan maupun dugaan penyadapan terhadap pejabat negara.
Dugaan Penyadapan Pejabat Negara Jadi Perhatian
Sejumlah sumber internal Polri menyebutkan, pengamanan tersebut berkaitan dengan persoalan keamanan, khususnya dugaan aktivitas penyadapan atau wiretapping yang dilakukan secara terkoordinasi terhadap pejabat tinggi negara.
Jika informasi tersebut terbukti, dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy menjadi persoalan serius yang membutuhkan penelusuran menyeluruh.
Selain menyangkut keamanan pejabat negara, dugaan keterlibatan sejumlah anggota kepolisian aktif maupun mantan pejabat kepolisian juga menjadi perhatian terhadap mekanisme pengawasan internal institusi Polri.
Namun, seluruh informasi mengenai dugaan jaringan penyadapan, keterlibatan perwira tinggi, hingga pengamanan jenderal bintang empat masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan keterangan resmi aparat berwenang.
Hingga berita ini ditulis, awak media masih menunggu penjelasan resmi Mabes Polri mengenai kebenaran informasi tersebut, termasuk identitas para pihak yang disebut diamankan, dasar tindakan pengamanan, serta perkembangan hasil penyelidikan dugaan penyadapan terhadap pejabat tinggi negara.

