Analisis24 | Perth — Pendaratan pesawat Singapore Airlines (SIA) di Bandara Internasional Perth, Australia, berubah menjadi momen menegangkan setelah pesawat tersebut diterjang angin kencang saat mendekati landasan pacu.
Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, badan pesawat terlihat miring dengan salah satu sayap berada sangat dekat dengan permukaan tanah.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) itu melibatkan penerbangan SQ213 dari Singapura menuju Perth.
Menghadapi kondisi angin yang tidak mendukung, pilot memutuskan menghentikan proses pendaratan dan melakukan manuver go-around. Pesawat kembali mengambil ketinggian dan menjauh dari landasan sebelum melakukan pendekatan ulang.
Keputusan tersebut menjadi langkah penting untuk menghindari risiko pendaratan dalam kondisi cuaca yang belum memungkinkan.
Singapore Airlines membenarkan adanya gangguan angin kencang ketika pesawat melakukan pendekatan menuju Bandara Internasional Perth.
“Penerbangan SIA SQ213, yang beroperasi dari Singapura ke Perth pada Sabtu, 31 Oktober 2026, mengalami angin kencang saat mendekati Bandara Internasional Perth,” demikian keterangan maskapai sebagaimana dikutip Channel News Asia (CNA), Senin (2/11/2026).
Rekaman Viral Perlihatkan Sayap Pesawat Dekati Tanah
Situasi menegangkan tersebut terekam dalam video yang kemudian dibagikan di media sosial Facebook.
Dalam rekaman itu, pesawat terlihat sedang menurunkan ketinggian menuju landasan di tengah kondisi langit mendung. Namun, saat mendekati area pendaratan, posisi pesawat tampak miring cukup tajam.
Salah satu sayap terlihat sangat dekat dengan permukaan tanah. Pilot kemudian mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan pendaratan dan mengarahkan pesawat kembali menjauh dari landasan.
Manuver tersebut menarik perhatian publik karena memperlihatkan bagaimana perubahan kondisi angin dapat memengaruhi stabilitas pesawat ketika berada pada fase paling krusial dalam penerbangan.
Keluarga Penumpang Akui Sempat Panik
Chris Perry, pengguna Facebook yang mengunggah video kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa saudara perempuannya berada di dalam pesawat saat insiden berlangsung.
Ia menggambarkan upaya pendaratan pertama sebagai pengalaman yang sangat menegangkan. Namun, pada pendekatan berikutnya, pilot disebut berhasil memanfaatkan celah di antara hembusan angin untuk menyelesaikan pendaratan.
“Untuk sesaat, hati kami berada di mulut kami,” tulis Perry.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan pengguna Facebook lainnya, Kieron Bevan, yang menyaksikan langsung kejadian tersebut dari darat.
“Sayap kanan lebih dekat dari yang saya inginkan! Saya menahan napas saat berada di darat dan pastinya di dalam pesawat, saat berkeliling,” ungkapnya.
Pilot Berhasil Mendaratkan Pesawat dengan Selamat
Meski sempat mengalami situasi sulit saat pendekatan pertama, Singapore Airlines memastikan penerbangan SQ213 akhirnya berhasil mendarat dengan selamat.
Pesawat tersebut menyentuh landasan pada pukul 12.30 waktu setempat dan selanjutnya meluncur menuju gerbang bandara.
Tidak ada keterangan dalam laporan yang diberikan mengenai adanya korban maupun kerusakan pesawat akibat kejadian tersebut.
Insiden ini kembali menjadi perhatian terhadap faktor cuaca dalam keselamatan penerbangan, khususnya ketika pesawat menghadapi angin kencang menjelang pendaratan.
Dalam prosedur penerbangan, go-around merupakan keputusan keselamatan yang dapat diambil pilot apabila pendekatan tidak memenuhi kondisi ideal untuk mendarat.
Artinya, membatalkan pendaratan bukan berarti pilot kehilangan kendali, melainkan bagian dari prosedur untuk memastikan pesawat dapat mendarat dalam kondisi yang lebih aman.
Keputusan pilot SQ213 untuk mengulang pendekatan pun berakhir dengan pendaratan selamat di Perth.

